
Jakarta, elprovideolabs Indonesia
—
Drama Korea terbaru,
Agent Kim Reactivated
, berhasil mencetak rekor sebagai miniseri paling banyak ditonton sepanjang 2026. Pencapaian luar biasa ini sukses diraih hanya dalam waktu penayangan tiga episode awal.
Nielsen Korea mencatat episode ketiga dari drama aksi balas dendam yang dibintangi So Ji-sub tersebut mengalami lonjakan jumlah penonton yang sangat besar pada penayangan Jumat (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga, drama yang turut dibintangi Choi Dae-hoon dan Yoon Kyung-ho tersebut sukses meraih rating nasional rata-rata sebesar 18,8 persen.
Perolehan tersebut tidak hanya menandai rekor personal tertinggi bagi tayangan tersebut sejak resmi tayang pada 26 Juni, tetapi juga menjadikan Agent Kim Reactivated sebagai program yang paling banyak ditonton di antara semua jenis acara televisi pada Jumat.
Angka 18,8 persen ini sekaligus mengukuhkan posisi drama tersebut sebagai miniseri dengan raihan rating tertinggi di Korea Selatan sepanjang tahun 2026 sejauh ini.
[Gambas:Video elprovideolabs]
Agent Kim Reactivated merupakan proyek layar kaca yang diadaptasi berdasarkan cerita dari webtoon populer bertajuk Kimbujang karya Namjaui Yiyagi dan Jung Jong-Taek.
Kisahnya sendiri berfokus pada dinamika kehidupan Manajer Kim (So Ji-sub), seorang ayah yang tampak biasa saja di mata publik namun sebenarnya menyimpan masa lalu yang sangat rahasia.
Alur cerita kemudian akan membawa penonton mengikuti aksi menegangkan dari Manajer Kim yang rela mempertaruhkan seluruh hidup dan mengerahkan segalanya demi menyelamatkan putri tercintanya.
Agent Kim Reactivated tayang setiap Jumat dan Sabtu di Netflix.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Sinopsis Archives: The Nanyang Mystery, Jebakan Konspirasi Laut
Baca lagi: PSI Sebut Jokowi Tak Tahu Bakal Injak Kepala Kerbau di Lampung




8 Responses
Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://thenationonlineng.net/the-best-international-collaboration-that-transpired-in-the-afrobeat-curriculum-so-far/ juga mengulas hal serupa.
ebuah kompilasi pemikiran yang rapi, berbobot, dan memiliki legitimasi ilmiah yang kuat http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/kufirst/page/6/
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://www.buzzbii.com/epicureannycom?lang=italian.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di http://apeml.blog.free.fr/index.php?post/2014/09/30/Quinzaine-commerciale-de-Montigny&pub=1 siapa tau ngebantu.
Penulis menunjukkan rigiditas akademik yang tinggi dalam mengonstruksi argumentasi berbasis data empiris ini https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=7546&rel=1
Penulis memberikan perspektif makro yang sangat berguna untuk mengidentifikasi mitigasi risiko operasional https://original.antiwar.com/jesse_franzblau/2014/06/09/libya-a-cautionary-tale/
Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula https://kldp.org/comment/400150 yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.
Terima kasih atas tulisan yang berkualitas. Semoga blog ini terus berkembang, dan bagi yang ingin referensi tambahan bisa melihat http://www.ibiblio.org/pub/Linux/docs/linux-doc-project/linuxfocus/Portugues/July2002/article245.shtml.