![]()
Jakarta, elprovideolabs Indonesia
—
Penonton
Avatar: The Last Airbender
season 2 ramai memberikan beragam reaksi di media sosial setelah serial tersebut tayang pada 25 Juni di Netflix. Sejumlah penonton mengkritik adanya perombakan alur cerita dan dialog.
Selain mengkritik alur cerita, sejumlah penonton juga memberikan reaksi menohok terhadap pemilihan aktor yang dinilai tidak relevan dengan visualisasi versi animasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilihan pemain dalam versi live-action ini dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi penggemar. Para penonton menyoroti kegagalan tim casting dalam memilih para pemeran dalam versi live-action season kedua ini.
Berdasarkan pantauan di media sosial pada Selasa (30/6), sejumlah penonton menganggap tim casting bahkan Netflix selaku rumah produksi tidak berbenah dari kritik tajam yang ramai diberikan penonton sejak serial Avatar: The Last Airbender season 1 tayang pada 22 Februari 2024.
”
Netflix… kalian menghancurkan permata berharga kami. Avatar adalah salah satu kartun yang paling dicintai, dan kalian merusaknya
,” tulis salah satu pengguna.
”
Bagian casting nonton kartunnya enggak sih,
” tulis pengguna lainnya.
”
Castingnya ngaco, ceritanya diubah-ubah, malah feel cerita enggak dapat,
” tulis pengguna lainnya.
”
Padahal ada dua tahun loh selang dari season 1
huft,” tulis pengguna lainnya.
”
Bukannya Toph itu enggak bisa ngelihat ya kalo di pasir? Ini kenapa arenanya malah diubah jadi pasir gini? Dan tolong itu kostumnya Toph jelek banget sih, kayak enggak cocok banget di badan dia. Karakter yg lain juga punya masalah yg sama lagi
,” tulis pengguna lainnya.
”
Season 2 jujur aku cukup kewalahan sama alurnya. Pusing banget karena alur ceritanya beda banget. Banyak banget adegan penting yang ada di kartun enggak dimasukkan ke live action-nya. Sayang banget padahal CGI-nya cukup bagus. Tapi aku tetap menanti season 3. Tapi Toph-nya mantap
,” tulis pengguna lainnya.
[Gambas:Video elprovideolabs]
Tim casting yang berperan sebagai gerbang utama dalam menghadirkan para karakter live-action dinilai gagal mewujudkan ekspektasi penggemar yang berharap para pemeran serial ini sesuai atau setidaknya mendekati visualisasi versi animasi.
Kekecewaan penonton diperparah dengan penampilan karakter yang dinilai tidak selaras dengan versi animasi. Salah satu yang disoroti adalah penampilan Thalia Ran sebagai Mai.
Sejumlah penonton juga mengaku kecewa dengan kemampuan akting Thalia Ran yang dinilai kurang mumpuni terutama pada saat adegan action.
”
Sejujurnya, buat gue pribadi cuma Mai yang mengganggu gue. Acting dia yang pas scene sama Ty Lee berantem sama Suki terutama. Sisanya masih ada yang bagus dan ada yang masih bisa dipaksa-paksain sesuai,
” tulis salah satu pengguna di X.
”
Sepertinya para sutradara casting itu ingin agar dia di-bully di internet
,” tulis pengguna lainnya.
”
Pas liat adegan bertarungnya aku enggak kuat banget lihatnya, lari saja susah. Hancur ekspektasiku
,” tulis pengguna lainnya.
Sorotan penonton juga mengarah pada ketidakselarasan penampilan karakter dengan waktu yang berlangsung di dalam cerita. Hal itu disoroti pada penampilan Avatar Aang yang diperankan oleh Gordon Cormier.
Secara alur waktu, cerita dalam season 1 hanya berlalu beberapa minggu ke season 2. Namun, perubahan fisik Aang pada musim kedua terlihat sangat mencolok dibandingkan penampilannya di musim pertama, sehingga dinilai mengganggu pengalaman menonton.
”
Netflix butuh waktu lama sekali sampai-sampai Gordon Cormier (Aang) berubah dari anak berusia 12 tahun menjadi remaja 15 tahun dengan suara yang lebih berat dan tubuh yang mengalami lonjakan pertumbuhan
,” tulis salah satu pengguna.
”
Jujur saja, perbedaan visualnya terasa cukup mengganggu. Kamu mulai menonton dengan ekspektasi ceritanya lanjut ‘lima menit kemudian’, tapi Aang malah terlihat seperti baru menyelesaikan speedrun pubertas dalam semalam. Rasanya jadi susah untuk tetap tenggelam dalam ceritanya
,” lanjutnya.
Avatar: The Last Airbender season 2 akan menceritakan Avatar Aang (Gordon Cormier), Katara (Kiawentiio), dan Sokka (Ian Ousley) berkumpul kembali dan memulai misi untuk meyakinkan Raja Bumi yang sulit dipahami.
Hal itu mereka lakukan setelah kemenangan yang manis sekaligus pahit dalam menyelamatkan Suku Air Utara dari invasi Negara Api supaya Raja Bumi mau membantu pertempuran mereka melawan Raja Api Ozai.
Avatar: The Last Airbender season 2 tayang 25 Juni di Netflix.
[Gambas:Youtube]
(van/end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video elprovideolabs]
Baca lagi: Seberapa Irit Konsumsi Bahan Bakar Mitsubishi Pajero Sport?
Baca lagi: 6 Tipe Kepribadian Orang yang Suka Nonton Ulang Serial Favorit
Baca lagi: Oposisi Israel Tuduh Netanyahu Mengarang soal Nuklir Iran




12 Responses
Tidak berlebihan jika saya menyebut artikel ini sebagai bacaan wajib tahun ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/category/activities/page/11/ pembahasan nya sangat bagus
Kesimpulan yang sempurna untuk artikel yang luar biasa. Hormat dan sukses selalu untuk penulisnya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%82%E0%B8%A2%E0%B8%B2%E0%B8%A2%E0%B9%80%E0%B8%A7%E0%B8%A5%E0%B8%B2%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A8%E0%B8%9B%E0%B8%B4%E0%B8%942/ good job ya
Terima kasih atas ulasan yang sangat informatif. Selain artikel ini, saya juga sempat membaca beberapa informasi melalui https://cloudlinks.sos-ch-dk-2.exo.io/news/86enw5a3a/local-news-online.html.
Artikel yang sangat berkarakter, padat argumen, dan kaya ilmu bermanfaat. Terima kasih atas pencerahannya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/kufirst/page/11/ semua nya daging dari artikel ini
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1083 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
ebuah kompilasi pemikiran yang rapi, berbobot, dan memiliki legitimasi ilmiah yang kuat http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/kufirst/page/6/
Ngebantu banget penjelasannya, mantap! Sekalian share aja, buat kalian yang butuh materi serupa bisa cek https://loanforyours.firebaseapp.com/loans-are-money.html saya dapet banyak info juga dari sana.
Sebuah karya jurnalistik yang patut dihormati karena komitmennya pada kebenaran berbasis fakta lapangan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%82%E0%B8%A2%E0%B8%B2%E0%B8%A2%E0%B9%80%E0%B8%A7%E0%B8%A5%E0%B8%B2%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A8%E0%B8%9B%E0%B8%B4%E0%B8%94/
Sebuah rangkuman yang sangat padat, efisien, dan bersih dari kalimat retorika yang tidak perlu http://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-safety-issue-salmonella-pic/ hanya disini saya bisa mendapati nya
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://cdn.muvizu.com/Profile/epicureannycom/Creations/ karena materi di sana cukup relevan.
Penulis menyajikan studi komparatif yang sangat berimbang, memberikan pembaca ruang untuk menilai secara objektif https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=14470&rel=1
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://en.wikipedia.org/wiki/Kwon_Young-ghil juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.