
Jakarta, elprovideolabs Indonesia
—
Moana
(2026) hadir sebagai adaptasi live-action dari film animasi populer Moana yang dirilis pada 2016. Film ini masih mengikuti kisah versi animasi tentang petualangan Moana melintasi samudra sungguhan bersama Maui.
Namun, di balik kesetiaannya pada materi asli, sejumlah kritikus menilai adaptasi tersebut gagal menghadirkan pesona dan daya magis yang membuat versi animasinya begitu dicintai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak tayang perdana pada 8 Juli 2026, adaptasi film yang sempat menjadi fenomena global ini menuai rating rendah dari para kritikus pada laman agregator Rotten Tomatoes.
Per Jumat (10/7), film yang kembali dibintangi Dwayne Johnson tersebut mendapatkan nilai 36 persen dari 110 kritikus.
Film debut sutradara Thomas Kail dalam layar lebar ini dinilai kurang menawarkan kreativitas baru dan kehilangan daya tarik yang dimiliki versi animasi. Sejumlah kritikus menilai kehadiran aktor sungguhan tidak mampu menghidupkan kisah dalam adaptasi live-action ini.
“Moana versi animasi memancarkan pesonanya lewat animasi yang begitu indah, tetapi versi live-action ini gagal menghadirkan kilau yang sama, meski alurnya mengikuti naskah film aslinya dengan sangat dekat,” kata Nikki Gemmell dari The Australian.
“Keberadaan versi live-action Moana sebenarnya mudah dijelaskan: Film ini dibuat untuk meraup keuntungan. Namun yang benar-benar membingungkan adalah bagaimana film ini justru terasa begitu hambar saat diperankan manusia sungguhan, dibandingkan dengan versi animasinya,” tulis G. Allen Johnson dari San Francisco Chronicle.
“Versi live-action tampaknya menuntut pendekatan visual yang lebih harfiah, setidaknya menurut para pembuat filmnya. Akibatnya, seluruh imaji kreatif yang ada di versi animasi justru terkuras dari film ini, sehingga pesona magisnya pun ikut memudar,” kata Alissa Wilkinson.
[Gambas:Video elprovideolabs]
Sejumlah kritikus menilai kehadiran versi live-action tidak memiliki alasan dan tujuan yang kuat, sehingga pada akhirnya hanya menyalin kisah dalam animasi tanpa memberikan eksekusi yang memadai.
“Seandainya versi animasinya tidak pernah dibuat, film ini mungkin bisa terasa ringan dan memikat. Namun karena film aslinya baru berusia sekitar satu dekade, remake yang nyaris menyalin setiap adegan ini justru terasa berlebihan dan tak perlu, bahkan menurut standar ‘pabrik remake’ Disney yang sering dikritik karena minim kreativitas,” kata Danny Leigh dari Financial Times.
Visi Dwayne Johnson, sebagai salah satu produser sekaligus pemeran utama untuk menghadirkan penghormatan terhadap warisan budaya Polinesia melalui penggambaran masyarakat Pulau Motunui lewat versi live-action dinilai gagal memikat penonton.
“Sementara film animasinya berusaha memikat penonton lewat penggambaran mitologi Polinesia yang penuh kreativitas dan memukau, versi live-action justru terasa meratakan atau mengurangi daya imajinatif dari visualisasi tersebut,” kata Aparita Bhandari dari Globel and Mail.
Versi live-action Moana dinilai tetap menghibur meski mengulang kisah yang sama dan tidak menghadirkan sesuatu yang baru selain diperankan oleh aktor-aktor sungguhan.
“Alur ceritanya tetap solid dan lagu-lagunya masih memikat. Namun, film versi terbaru ini pada akhirnya hanya menjadi pengulangan yang tidak mampu menandingi kualitas film aslinya,” kata Josh Bell dari Tom’s Guide.
“Film ini cukup menghibur. Namun, salah satu kelemahan paling mencolok dari versi live-action dibanding animasi adalah ketika cerita memasuki bagian yang kurang menarik, momen tersebut terasa jauh lebih datar,” kata Patrick McDonald dari HollywoodChicago.com.
“Meski begitu, pemeran utama Catherine Laga’aia tetap tampil memikat sebagai Moana yang pemberani, meskipun harus menghidupkan kembali kisah yang sebenarnya sudah pernah diceritakan.”
Moana (2026) mengangkat kembali kisah Moana, putri dari Pulau Motunui, yang berlayar melintasi samudra untuk menyelamatkan pulau dan rakyatnya yang akan diperankan oleh aktor sungguhan.
Film ini diperankan Catherine Laga’aia sebagai Moana, dan Dwayne Johnson kembali sebagai Maui. Moana live-action merupakan rilisan ketiga sekaligus live-action pertama dalam franchise Moana.
Film tersebut disutradarai oleh Thomas Kail yang sekaligus jadi debut penyutradaraan film panjangnya. Sementara naskah ditulis oleh Jared Bush dan Dana Ledoux Miller.
Moana live-action untuk SEMUA UMUR ini tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 8 Juli 2026.
(van/chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Cuaca Kering Kian Dominan di Musim Kemarau, Masih Ada Hujan?
Baca lagi: FOTO: Liburan di Kota Tua Sebelum Tahun Ajaran Baru
Baca lagi: Prabowo: 30 Tahun Terakhir Indonesia Dikuasai Paham Ekonomi Neoliberal



6 Responses
Gaya ulasannya sangat dinamis, seolah-olah kita sedang berdiskusi langsung dengan pikiran sang penulis http://jp-mix.sakura.ne.jp/wp_02/?page_id=6
Sebuah oase literasi yang memicu adrenalin berpikir untuk mengeksplorasi ide-ide baru. https://thembisa-mdoda-keto-gummies-za-reviews.webflow.io/
Penjelasan mengenai metrik dan indikator di artikel ini sangat terstruktur.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/28jul2567/
Sebuah bentuk dedikasi intelektual yang nyata, memberikan manfaat instan, dan sangat menginspirasi perbaikan kualitas kerja secara berkelanjutan https://lifestyle-with-ace-keto-acv-gummies.webflow.io/
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=296346 juga bahas hal yang sama lho.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=296485 nyambung banget.